Bank Sampah Migunani Bertransformasi Digital: Kolaborasi UNS Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Banjir di Banyuanyar

Senin, 20 Juli 2026

Beranda / Kegiatan / Bank Sampah Migunani Bertransformasi Digital: Kolaborasi UNS Perkuat Tata Kelola dan Mitigasi Banjir di Banyuanyar

Latar Belakang: Sampah, Drainase, dan Ancaman Banjir
Kelurahan Banyuanyar merupakan salah satu dari 15 kelurahan yang teridentifikasi sebagai daerah rawan bencana banjir di Kota Surakarta berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Salah satu penyebab utama tersumbatnya saluran drainase di kelurahan ini adalah penumpukan sampah, khususnya di sepanjang Jalan Adi Sumarmo yang saluran drainasenya terputus sepanjang 100–200 meter.
Bank Sampah Migunani, yang selama ini menjadi lembaga pengelola sampah berbasis komunitas di Banyuanyar, memegang peran strategis dalam mengurangi volume sampah yang berpotensi masuk ke saluran drainase. Namun demikian, tata kelola bank sampah masih menghadapi kendala klasik: administrasi manual, pencatatan keuangan yang belum standar, serta belum adanya sistem digital yang memudahkan operasional harian.
Aplikasi Digital untuk Bank Sampah
Bersama tim dosen UNS, Bank Sampah Migunani mengembangkan aplikasi manajemen digital yang dapat diakses melalui alamat https://emwebe.id/. Aplikasi ini dibangun sebagai Progressive Web App (PWA) sehingga dapat digunakan baik melalui laptop maupun smartphone tanpa perlu instalasi terpisah.
Aplikasi yang telah selesai dibangun terdiri atas sembilan modul terintegrasi, meliputi manajemen nasabah, transaksi penyetoran dan penarikan tabungan, manajemen jenis sampah dan harga, manajemen stok, keuangan tiga-kas (operasional, tabungan, cadangan), laporan otomatis, dashboard monitoring, dan modul edukasi mitigasi bencana. Modul terakhir menjadi pembeda utama, karena mengonversi setiap kilogram sampah yang dikelola menjadi indikator kontribusi pengurangan beban drainase.
[FOTO: Tampilan dashboard aplikasi manajemen Bank Sampah Migunani]
Foto 2. Dashboard aplikasi yang memperlihatkan indikator kinerja bank sampah secara real-time.
Pelatihan dan Pendampingan Menyeluruh
Pelatihan penggunaan aplikasi dilaksanakan pada tanggal 21 Juni 2026 di lokasi Bank Sampah Migunani, dihadiri oleh 32 peserta yang terdiri dari pengurus inti, nasabah aktif, dan kader lingkungan. Materi pelatihan mencakup tiga tema besar: tata kelola organisasi, administrasi dan pembukuan keuangan sederhana, serta penggunaan aplikasi dan edukasi mitigasi bencana. Setiap peserta menerima modul pelatihan cetak sebagai referensi mandiri.
Untuk memastikan penerapan berkelanjutan, tim pengusul melakukan pendampingan lanjutan sebanyak tiga sesi pada 14 Juni, 20 Juni, dan 4 Juli 2026, meliputi migrasi data 75 nasabah eksisting ke sistem, simulasi transaksi, hingga rekonsiliasi kas fisik dengan sistem. Hasilnya menggembirakan: rekonsiliasi kas menunjukkan selisih 0% dan seluruh transaksi minggu pertama pasca pelatihan tercatat lengkap di sistem.
Hasil yang Terukur
Evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan. Skor rata-rata naik dari 52,3 menjadi 83,7 atau meningkat 31,4 poin. Sebanyak 84,4% peserta mengalami peningkatan skor sebesar 25 poin atau lebih, melampaui target 80% yang ditetapkan di awal program.
Dampak yang mulai terasa antara lain: (1) pencatatan transaksi menjadi lebih akurat dan dapat ditelusuri; (2) waktu penyusunan laporan bulanan berkurang drastis dari sekitar delapan jam manual menjadi kurang dari 30 menit; (3) transparansi kepada nasabah meningkat karena mereka dapat mengecek saldo tabungan sendiri; dan (4) pengurus semakin percaya diri mengelola bank sampah secara profesional.
Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs)
Kegiatan pengabdian masyarakat ini secara nyata berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), khususnya:
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Program ini memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas kepada 32 peserta, meliputi pengurus, nasabah aktif, dan kader lingkungan Bank Sampah Migunani. Pelatihan mencakup tata kelola organisasi, administrasi dan pembukuan keuangan sederhana, penggunaan aplikasi digital, serta literasi mitigasi bencana. Peningkatan skor pengetahuan peserta sebesar rata-rata 31,4 poin dan tersedianya modul pelatihan sebanyak 30 eksemplar merupakan bukti kontribusi nyata terhadap pendidikan berkualitas yang setara dan inklusif bagi masyarakat komunitas.
SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals). Program ini menghadirkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang melibatkan perguruan tinggi (Universitas Sebelas Maret melalui FKIP), komunitas masyarakat (Bank Sampah Migunani dan warga Banyuanyar), pemerintah kelurahan, serta mahasiswa sebagai bagian dari pembelajaran mereka. Kemitraan multi-pihak ini memperkuat kapasitas kelembagaan bank sampah, mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi, serta menciptakan ekosistem pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berkelanjutan dan tangguh terhadap bencana.
Selain SDG 4 dan SDG 17, kegiatan ini juga memberikan kontribusi tidak langsung terhadap SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Diseminasi Internasional
Sebagai bagian dari komitmen akademik, hasil kegiatan pengabdian ini juga akan didiseminasikan pada forum seminar internasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 6–7 Agustus 2026. Artikel dengan judul “Strengthening Community-Based Waste Bank Governance as a Flood Mitigation Effort in Banyuanyar Village, Surakarta” telah dinyatakan diterima (accepted) untuk dipresentasikan pada seminar tersebut. Diseminasi internasional ini menjadi kesempatan strategis untuk mempromosikan model kolaborasi UNS – Bank Sampah Migunani sebagai praktik baik yang dapat direplikasi di komunitas lain.
Tentang Universitas Sebelas Maret (UNS)
Universitas Sebelas Maret (UNS) adalah perguruan tinggi negeri terkemuka di Kota Surakarta yang memiliki komitmen kuat dalam Tridharma Perguruan Tinggi—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UNS secara rutin menyelenggarakan program-program hilirisasi ilmu pengetahuan yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, termasuk Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang menjadi payung kegiatan pengabdian ini. Informasi lebih lanjut tentang UNS dapat diakses melalui laman resmi https://uns.ac.id/.
Rencana ke Depan
Setelah pelatihan dan pendampingan awal, program dilanjutkan dengan tujuh sesi pendampingan tambahan hingga akhir tahun 2026, meliputi rekonsiliasi keuangan bulanan, audit teknis aplikasi, serta pengukuran akhir indikator dampak seperti peningkatan volume sampah terkelola dan jumlah nasabah aktif. Rencana pengembangan lanjutan mencakup integrasi pembayaran digital (QRIS), pelaporan otomatis ke BPBD Kota Surakarta, serta replikasi model ke bank sampah lain di Kota Surakarta.
Ketua tim pengusul menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. “Program ini tidak akan berhasil tanpa komitmen luar biasa dari pengurus Bank Sampah Migunani, dukungan Kelurahan Banyuanyar, dan kerja keras mahasiswa yang terlibat. Kami berharap model kolaborasi ini dapat menjadi inspirasi bagi bank sampah lain,” ujar beliau.
Dengan capaian yang telah diraih dan rencana keberlanjutan yang telah disusun, Bank Sampah Migunani optimis dapat menjadi motor penggerak Kelurahan Tangguh Bencana di Banyuanyar sekaligus contoh pengelolaan sampah berbasis komunitas yang modern, profesional, dan berdampak nyata bagi lingkungan.